JIKA AKU MENJADI
GUBERNUR BANK INDONESIA
Aku
adalah seorang perempuan yang ingin menunjukkan bahwa hak setiap manusia adalah
sama untuk menjadi seorang pemimpin baik dalam masyarakat atau pun sebuah lembaga. Manusia pada dasarnya telah diberikan
kemampuan yang sama hanya bagaimana seseorang itu mengasah dan mengembangkan
kemampuannya untuk bisa di aplikasi kan dalam kehidupan dan bermanfaat bagi
sesama. Untuk menjadi seorang pemimpin adalah kewajiban bagi setiap manusia, baik
pemimpin bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat banyak.
Seorang
pemimpin adalah seseorang yang dapat mempertanggungjawabkan semua yang ia
katakan dan ia lakukan. Ia bertanggung jawab terhadap sikap dan perilakunya
yang mau tidak mau pasti di lihat dan di perhatikan oleh orang-orang di
sekelilingnya terutama para karyawan yang berada di kantor. Semua yang ia
lakukan harus menjadi contoh baik bagi para karyawannya. Jika seorang pemimpin
ingin memajukan sebuah lembaga yang ia pimpin itu, maka harus memiliki strategi
yang dapat mengembangkan pola pikir seluruh civitas lembaga tersebut atau
disebut dengan misi. Dan tujuan, visi atau cita-cita juga merupakan tolok
ukur titik pencapaian yang di harapkan.
Jadi
apa yang di harapkan oleh seorang pemimpin maka mulailah semua dari dirinya sendiri terlebih dahulu, maka
dengan otomatis siapapun yang ia pimpin
akan merasa malu jika ia tidak patuh dengan peraturan yang ada, sedangkan
pemimpinnya telah lebih dulu patuh dan taat terhadap peraturan yang berlaku. Jika
ingin dihormati karyawan, maka hormatilah dirinya sendiri sebagai pemimpin.
Yang
saya paparkan di atas adalah pengantar dan gambaran jika saya menjadi Gubernur
Bank Indonesia, maka itu sebagian kecilnya yang akan saya lakukan. Semua itu
semata-mata karena saya memiliki harapan agar Bank Indonesia menjadi bank yang “best of the best”. Saya hanya ingin melakukan apa yang
seharusnya saya lakukan dengan jabatan saya sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Masyarakat
sejahtera, kesetiaan nasabah, penghargaan masyarakat terhadap lembaga dan
kemajuan Bank Indonesia, akan dengan mudah kita capai jika seluruh civitas
lembaga berkomitmen untuk membudayakan “kejujuran”. Jika kita jujur maka tidak
akan ada yang membohongi dan terbohongi, justru keadilan yang akan di dapat.
Salah satu hal yang berupa tindakan jujur adalah transparansi
terhadap sesuatu yang ada.
Sebagai
contoh, jika di Bank Indonesia ada karyawan yang korupsi maka satu pertanyaan penting yang
akan saya ajukan adalah, “bagaimana dengan pemimpinnya?” Jika pemimpin itu tidak pernah sedikit pun
berbohong dan selalu transparan, maka tidak mungkin karyawan tersebut berani
melakukannya karena pimpinannya pun telah memberi contoh yang baik dan memenuhi
hak-hak setiap karyawan nya.
Saya
ingin menjadikan karyawan itu selalu jujur dan betah,setia terhadap lembaga dan
kerja sama yang terjalin dengan baik.
Tentu
dalam sebuah Bank pasti menggunakan
sistem ekonomi yang berkembang sesuai dengan kondisi globalisasi namun, jangan
menjadikan kondisi tersebut sebagai bom yang dapat menjatuhkan Bank Indonesia.
Buat strategi yang klik, dan di sini lah kemampuan seorang Gubernur akan diuji
sejauh mana pola pikir kreatif nya untuk memperkuat arus globalisasi yang masuk
ke setiap Negara di dunia.
Mau
atau tidak pasar terbuka bebas masuk ke pasaran di Indonesia. Maka nilai rupiah
di pasaran pun harus tinggi, agar tidak mengalami inflasi. Tentu sebagai
Gubernur Bank Indonesia saya akan paham dan menguasai semua yang berhubungan
dengan perbankan. Saya akan menambah peraturan dan kebijakan yang kurang serta
harus cepat dan tepat dalam mangambil keputusan.